Meskipun merasa enggan dan selalu berusaha untuk menolak ajakan Keenan untuk bertemu, Vina akhirnya mengiyakannya dengan terpaksa. Lagipula ia juga butuh kepastian dari pemuda tampan itu mengenai alasannya tidak pernah jujur selama ini tentang dirinya yang ternyata sudah memiliki kekasih namun tidak pernah mengatakannya padanya, sehingga membuatnya tampak seperti orang bodoh yang mengejar-ngejarnya tanpa tahu apa-apa. Ia sudah menunggu di atap sekolah, di tempat di mana mereka berdua biasanya selalu menghabiskan waktu istirahat di sana. Jika ia pikir-pikir tempat itu menyimpan begitu banyak kenangan yang menyenangkan sekaligus menyakitkan baginya. Bagaimana ia selalu merasa senang dan nyaman berdua bersama Keenan di sana tanpa mengetahui fakta yang sebenarnya. Jika saja ia tahu kenyataa

