BAB 59 Rasanya Vina tidak bisa tidur memikirkan soal pertemuannya bersama Dinda dua hari yang lalu. Kejadian itu memang sudah berlalu namun tetap saja masih terngiang-ngiang di kepalanya. Beruntungnya masalah kesalahpahaman yang terjadi antara dirinya dan gadis cantik itu sudah selesai, setidaknya satu beban di hatinya sudah hilang dan tentu saja ia sangat bersyukur akan hal itu. “Mau ke rumah Bayu, nggak?” Alvin tiba-tiba muncul ke dalam kamarnya di saat ia baru saja ingin menikmati rebahan di atas ranjangnya yang empuk. Sedari tadi yang ia lakukan hanyalah duduk bermain ponsel di meja riasnya sambil sesekali melihat pipinya yang sudah normal sekarang namun masih menyisakan robekan kecil yang sudah mulai kering di sudut bibirnya. Vina rasanya ingin mengeluarkan sumpah serapah pada kaka

