Sejujurnya, Angga tak benar-benar bisa melupakan saat di mana ia dan Vina bertemu dengan Keenan dan kekasihnya di atap sekolah kemarin. Ia hanya memikirikan tentang bagaimana perasaan Vina saat ini yang belum ia temui lagi setelah kembali dari atap sekolah kemarin. Sepanjang perjalanan mereka menuju kelas pun hanya diisi dengan kebisuan, Vina tak mengeluarkan sepatah kata pun dan ia juga tak berani untuk memulai sebuah obrolan. Ia mengerti bahkan sebelum dijelaskan sekali pun bahwa Vina pasti merasakan kekecewaan dan sakit hati melihat pemuda yang disukainya bermesraan dengan perempuan lain. Walau sebenarnya status sahabatnya itu sendiri merupakan sosok asing di hubungan keduanya dan tentu saja ia tidak berhak marah atau apa pun itu. Ia melirik ke arah pintu saat menyadari ada sosok yang

