“Cewek itu … Vina.” Keenan segera menoleh pada gadis cantik di sebelahnya saat mendengar nama Vina tiba-tiba disebut olehnya. Ia cukup penasaran ada apa gerangan kekasihnya menyebutkan nama Vina di saat ia pikir tidak ada hal penting yang bisa dibahas mengenainya. Rasa penasaran ditambah perasaan tidak tenang segera menghantuinya saat kemungkinan-kemungkinan buruk mungkin saja akan terucap dari bibir tipis gadis cantik itu saat ini mengenai hubungannya dengan Vina. Melihat wajah tegang dan penuh penasaran pemuda tampan di sampingnya membuat Laura yang memang sengaja menggantung kalimatnya tadi tesenyum lebar menampilkan deretan gigi putihnya yang rapi. “Dia cantik juga, ya,” ujarnya membuat wajah tegang Keenan mengendur. Keenan ikut tersenyum, memang baginya sendiri wajah Vina cukup ca

