"Kamu pacaran sama Angga?" Pertanyaan tiba-tiba dari Shafira membuat Vina dengan segera menyemburkan makanan yang sedang ia kunyah di dalam mulutnya. Ia sedikit tertawa melihat wajah Alvin yang duduk tepat di depannya terkena serpihan makanan yang sudah ia semburkan dengan tidak sengaja. "Mamah kenapa bisa berpikir begitu?" tanyanya pada ibunya sambil membersihkan mulutnya yang basah menggunakan punggung tangannya. Ini adalah yang kedua kalinya orang-orang menganggap bahwa dia dan Angga memiliki hubungan lebih dari teman, yang bahkan membuatnya bingung apa yang bisa membuat mereka berpikir demikian. Shafira mengangkat kedua bahunya acuh tak acuh. "Karena mamah lihat kamu sama dia lumayan sering keluar," jawabnya tanpa menoleh sedikit pun pada anak gadisnya yang tak melepaskan pandangan

