BAB 48_TUAN AROS!

1197 Kata

Stella menangis lalu mengeratkan pelukannya. "Semoga kau berhasil dalam misimu," ujar Stella pelan. Sekarang ia tahu, wanita berhijab di depannya itu memiliki tujuan rahasia. Luna mengangguk dan merenggangkan pelukannya. "Sekarang waktunya!" seru Nipon menghampiri Luna. Dengan cepat, Luna melesat keluar. Ia sudah tak sabaran. Sangat tidak sabar. Dalam bayangannya, ia akan segera bertemu dengan Farid, anaknya. Meski tak begitu terkejut, Luna menatap tajam pada keenam laki-laki bertopeng baja. Berdebar jantungnya bersamaan dengan keringat dingin di telapak tangan Luna. "Sebelum kalian membawanya, izinkan aku bicara untuk terakhir kali dengannya. Dia sekarang jadi sahabatku," ujar Aleksei. Baron mengangguk. Dengan cepat Aleksei menyeret tangan Luna. Tanpa berpikir apapun, Aleks

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN