"Tuan Aros! Oh My Godness!!! Kamu barusan manggil aku apa? Mama? So great honey! I love you!" seru wanita yang rambutnya diikat kuncir kuda itu. Baru saja dia menyenggol tubuh seseorang yang tertutup kain burqa yang bahkan matanya saja tak terlihat. Ia langsung menarik tubuh Farid lalu menggendongnya. "Katakan sekali lagi, Sayang. Kamu panggil aku apa tadi? Mama? Mama ya, Sayang. Ooh My honey, My baby!" Luna yang melihat pemandangan di depannya itu seperti batu. Kaku. Matanya melebar seolah tak percaya dengan apa yang sedang dilihatnya itu. Bagaimana sosok yang tujuh tahun yang lalu, ada di di sini terlebih sedang bersama putranya. 'Sofia ...' desis hatinya pelan. "Hey! Maaf, kamu pelayan baru kan di sini?" tanya Sofia dengan wajah sumringah. Tak ada respon dari Luna. Ia masih se

