Luna mendorong mayat laki-laki yang berada di atas tubuhnya itu. Ia lalu bangkit dan memakai kain hitam untuk menutupi rambut dan pakaiannya yang sudah sobek di bagian d**a. Meski tak bercadar, tapi seluruh aurat wanita itu tertutup sempurna. Kedua bola matanya melirik mayat laki-laki itu lalu beralih pada belati kecil di tangannya. "Ini waktunya," desis Luna dengan tatatapan penuh amarah membuka pintu. Seluruh ruangan itu dipenuhi suara erangan dan desahan para wanita dan laki-laki beradu. Luna menendang pintu kamar yang di laluinya lalu berlari menuju ruang tengah. Di sana pun berkumpul dua wanita yang sedang melayani satu pria. Kedua wanita itu terkesiap luar biasa hingga berteriak histeris. Darah yang ada di wajah Luna membuat mereka sangat ketakutan. Semua penghuni kamar villa it

