BAB 38_RUMAH

1284 Kata

Tukiyem membawakan Yudha air mineral hangat. Yudha tersenyum pada wanita gempal itu. Tukiyem tersenyum-senyum simpul lalu kembali ke dapur. Ia akan membuat sup untuk majikan lelakinya yang sangat tampan di matanya itu. "Pokoknya, aku harus melayani Bapak dengan sebaik-baiknya. Biar Ibu puas dengan hasil kerjaku," gumamnya begitu bersemangat. Ia mengurus rumah itu dengan begitu telaten. Karmila melirik Tukiyem dengan tatapan sinis. Ia tak suka asisten rumah tangga itu. "Pecat saja dia. Aku bisa merawatmu tanpa bantuan wanita kampungan itu," ujar Karmila sinis. "Kenapa? Kerjanya bagus dan rapi. Lagipula, Luna sudah membayarnya. Jika Luna yang merekomendasikannya, aku tak bisa berbuat apa-apa," ujar Yudha. Karmila hanya mendengkus menahan kesal. Bagaimana ia bisa semakin dekat denga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN