Bab 24-Separuh Jiwaku Pergi

1052 Kata

(Pov Aira) Pelan-pelan kubuka mata yang terasa berat. Sudah ada beberapa orang di kamarku. Ada Budhe Lasmi yang selalu setia menemaniku. Paman Hendro dan Bibi Ndari pengganti kedua orang tua Mas Dion juga sudah disini. Mulutku seolah terkunci, tenggorokan terasa tercekat mengingat kejadian sore tadi ketika Pak Jarot menelepon dan memberitahukan perihal kecelakaan pesawat yang menimpa Mas Dion. Air mataku kembali mengalir tak terbendung. “Sabar ya, Nduk. Pasrahkan semua pada Allah. Semoga Dion bisa ditemukan dalam keadaan selamat," ucap Bibi Ndari sambil memelukku. Wanita paruh baya itu mencoba menguatkan aku. Meski aku tau beliau juga sangat kehilangan sama sepertiku. Bibi Ndari sudah seperti ibu Mas Dion. Sejak kecil beliau lah yang merawat Mas Dion. Tangisku pecah, aku mempererat pelu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN