Bab 25-Separuh Jiwaku yang Lain

1383 Kata

(Pov Aira) "Aaaaaa!" Aku menutup wajah dengan kedua tangan lalu mundur beberapa langkah. Bang Baim langsung merangkul tubuhku. Sementara paman Hendro menutup kembali jenazah itu dengan kain putih. "Dek, kamu ndak papa, kan?" tanya Bang Baim panik. "Jenazah itu bukan Mas Dion, Bang. Aku yakin itu bukan Mas Dion," ucapku dengan mulut bergetar. Tiba-tiba tubuhku terasa lemas dan merosot ke lantai. Namun, Bang Baim dengan sigap mengangkatnya lagi. "Udah, Dek! Ayo kita keluar dari sini," ajak Bang Baim sambil memapahku keluar. "Kita tunggu hasil tes DNA saja, Nduk. Paman juga merasa itu bukan jenazah Dion," sahut Paman Hendro saat kami hendak keluar dari kamar mayat. Aku mengangguk setuju dengan usulan paman Hendro. Kami bertiga keluar dari kamar mayat dan duduk di ruang tunggu. Napask

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN