Hari mula terang, Diana dan Rama tiba juga di sebuah pasar yang lokasinya lumayan jauh dari rumah Diana. Meski begitu, perjalanan ini cukup membakar semangat mereka di pagi hari. Hitung-hitung sebagai pengganti joging. “Jauh juga ya Di,” celetuk Rama sedikit tersengal-sengal. Sebetulnya ia bukannya lelah karena perjalanan jauh, tapi karena harus berjalan cepat mengikuti Diana. Entah dari mana datangnya energi tersebut, perempuan itu berjalan cepat tanpa istirahat. Seolah sedang terburu-buru. “Lumayanlah,” ujar Diana singkat karena ia sedang fokus celingukan mencari sesuatu dari gerbang masuk pasar. “Nyari apa sih Di?” Rama penasaran. “Nah itu ketemu.” Lagi-lagi Diana mendahului Rama, ia hendak menuju sebuah warung soto di ujung jalan dengan papan bertuliskan “Soto Subuh”. Sayangnya

