Gosip Mulai Menyebar

1866 Kata

Hari mula terang, Diana dan Rama tiba juga di sebuah pasar yang lokasinya lumayan jauh dari rumah Diana. Meski begitu, perjalanan ini cukup membakar semangat mereka di pagi hari. Hitung-hitung sebagai pengganti joging. “Jauh juga ya Di,” celetuk Rama sedikit tersengal-sengal. Sebetulnya ia bukannya lelah karena perjalanan jauh, tapi karena harus berjalan cepat mengikuti Diana. Entah dari mana datangnya energi tersebut, perempuan itu berjalan cepat tanpa istirahat. Seolah sedang terburu-buru. “Lumayanlah,” ujar Diana singkat karena ia sedang fokus celingukan mencari sesuatu dari gerbang masuk pasar. “Nyari apa sih Di?” Rama penasaran. “Nah itu ketemu.” Lagi-lagi Diana mendahului Rama, ia hendak menuju sebuah warung soto di ujung jalan dengan papan bertuliskan “Soto Subuh”. Sayangnya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN