Sebuah gol dari tim favorit keluarga itu tampaknya baru saja dicetak. Ayah Rama sangat bersemangat menyoraki tim tersebut. Hilda bahkan meloncat kegirangan di atas sofa, membuat sang nenek yang duduk di sebelahnya memukul betis perempuan itu karena kesal telah membuat tempat duduknya berguncang. “Sakit nek!” protes Hilda seraya mengusap-usap betisnya lalu kembali duduk. “Ada nenek di sini kok loncat-loncat!” Nenek Rama memelototi cucu perempuannya dengan ekspresi super kesal. “Iya maaf nek, abis itu loh bolanya masuk gawang,” sahut Hilda, nyengir. Sedangkan Rama saat ini tengah merasa bimbang antara ingin bersorak bersama sang ayah dan kakaknya atau menjawab pertanyaan Diana, tapi mau tak mau ia harus menjawab pertanyaan perempuan itu karena dia sedang meliriknya tajam di sebelah.

