Pagi harinya, dengan tubuh yang sangat lemah, dan suara lirih. Bayu menelpon ibunya. Begitu mendengar Bayu sakit, ayah, ibu, dan nenek langsung ke rumah Bayu. Bayu terpaksa bangun dari tempat tidur, karena harus membukakan pintu pagar. "Masih diarenya?" Tanya ibu Bayu. "Tidak lagi, Bu. Tapi aku lemas sekali." Bayu kembali berbaring. Nenek pergi ke dapur, membuatkan teh tuha untuk Bayu. Teh tuha, adalah teh tawar yang dibuat dengan teh yang banyak, sehingga berwarna hitam, dan rasanya kalat. "Tadi kita tidak mampir dulu beli obat diare," ujar ayah Bayu. "Minum ini dulu," nenek menyodorkan teh tuha ke tangan Bayu. "Telpon Wahyu, minta belikan obat. Suruh Aina ke sini, biar dia bisa merawat Bayu. Kita tidak bisa membatalkan rencana kita ke Kotabaru hari ini," ujar nenek. Mereka memang

