Aina mendorong d**a Bayu. "Ck, mengganggu saja." "Aku lihat dulu, Kak." "Aku saja." Bayu turun dari atas ranjang, dilihat siapa yang ada di luar pagar dari kaca jendela. "Mau apa dia ke sini?" "Siapa, Kak?" Aina berdiri di sebalah Bayu, ikut melihat siapa yang datang. "Raisa ... dia tahu Kakak sakit?" "Tidak, aku sudah putus dari dia!" Bayu duduk di tepi ranjang. Aina menatap Bayu dengan perasaan tidak percaya. "Putus?" "Iya." "Kenapa?" "Itu tidak penting, Aina." Bayu membaringkan tubuhnya, ia tidak berusaha menutupi badannya yang hanya memakai celana dalam saja. "Itu bagaimana, dibukain pintu atau tidak?" Tanya Aina. Ponsel Bayu berbunyi. Aina nengambil ponsel Bayu, diserahkan ke tangan Bayu. Ia sempat melihat, kalau yang menelpon adalah Raisa. "Jawab Ai." Bayu mengangsur

