1 - Kenalin Aku Juan
Mungkin hari ini akan menjadi hari terakhir Yumna keluar masuk ruang BK. Eeeh jangan salah sangka ya, Yumna bukan anak nakal dan bukan anak yang macam-macam kok, Yumna keluar masuk karena sedang mengurus pemberkasan dan sekaligus meminta konseling terkait kelanjutan pendidikannya.
Yumna segera memasukan semua berkas yang telah ia persiapkan ke dalam tas ranselnya. Tugasnya yang terakhir ialah mengumpulkan berkas tersebut ke kampus. Jam menunjukkan pukul 3 sore, Yumna memutuskan untuk pulang, hal ini dikarenakan ia tak memiliki rencana juga teman-temannya yang sudah pulang hingga tak ada alasan untuk Yumna berlama-lama di sekolah.
Dengan lihai ia segera mengeluarkan telepon pintarnya dan segera memesan ojek online.
Tring!
Terdengar suara notifikasi dari telepon genggamnya. Yumna segera mengetuk pop up tersebut. nampak sebuah pesan yang dikirim oleh mama nya.
'Cepet pulang Na, keluarga calon suamimu sebentar lagi sampai'
NANI?!
tidak-tidak, jangan sampai jiwa otakunya sampai muncul kembali. Yumna mencoba untuk mencerna isi pesan tersebut, Yumna mencoba membaca ulang pesan itu. Dengan gusar Yumna segera membalas pesan dari Mama nya.
'Ma, salah kirim?' ketiknya langsung mengetuk tombol kirim
Tanpa menunggu lama, Mama Yumna langsung membalas pesan Yumna.
'Cepet Pulang Na'
Haduuu, Mama nya tidak main-main.
Terdengar suara deheman dari arah kanannya. "Dengan Yumna Ayunita Hadiarto?" lanjutnya.
Yumna sangat fokus berbalas pesan dengan Mamanya, hingga tak sadar jika ojek online yang dia pesan sudah sampai di titik jemput, aaaah .... lebih tepatnya sudah berada di sampingnya. Yumna mengangguk dan segera mengecek nomor kendaraannya apakah sesuai dengan apa yang ada di aplikasi atau tidak, takutnya orang ini penculik wkwk. Setelah aman, dia segera memakai helm yang diberikan bapak ojek dan segera naik ke motor.
.
.
.
-o0o-
.
.
20 menit setelah itu, akhirnya Yumna sampai di depan rumahnya. Yumna segera berterima kasih dan mengembalikan helm yang sedari tadi ia pakai. Setelah itu, Yumna langsung masuk ke dalam rumahnya. Tenang, Yumna sudah membayarnya kok, dia tidak kabur.
Baru saja dia ingin mengucapkan salam, tangannya sudah di tarik oleh Mama. Mama menarik tangan Yumna sampai masuk ke kamar Yumna.
"Ma-" Yumna belum sempat menyelesaikan kalimatnya, sudah terpotong dengan Mamanya yang memberi interupsi.
"Yumna, Mama udah siapin baju kamu" ucap Mama. Yumna sedikit memutar bola matanya, ia tahu bahwa Mama pasti menggeledah lemari-nya. Seakan paham dengan ekspresi Yumna, Mama langsung berkata "Maaf, Mama udah geledah lemari baju kamu tapi Mama minta satu hal, sekarang kamu mandi dan pakai baju itu" lanjutnya.
Tanpa basa-basi, Yumna mengambil handuk dan bergegas masuk ke dalam kamar mandi. Begitu terkejut ketika Mama yang masuk ke kamar mandi tanpa permisi, lalu berkata "Jangan lupa dandan yang cantik, jangan lupa kamu-" selagi Mama mengoceh, Yumna hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan kasar dan mengangguk.
"Iya iya Ma, sekarang Yumna mandi dulu" ucap Yumna sedikit ketus, alhasil Mama pun berhenti mengoceh.
"Sekarang Mama keluar ya, semakin lama Mama disini, semakin lama Yumna jadi cantik" lanjut Yumna, ia mengarahkan tangannya ke arah pintu.
10 Menit selanjutnya Yumna keluar dari kamar mandi, tak butuh waktu lama untuk Yumna mandi, maklum Yumna kalau mandi sore hari itu mode mandi kadal jadi cepat selesai.
'sayang air lagian juga gak bakalan ada yang apelin' kalimat keramat Yumna kalau Mamanya mengkritik cara Yumna mandi.
Yumna masuk ke kamar tidurnya dan bersiap-siap untuk menyambut tamu yang akan datang hari ini. Tamu yang entah mengapa Mama sangat bersemangat, tamu yang Mama tunggu selama satu tahun terakhir, tamu yang istimewa (?)
bagi Mama...
.
.
.
-o0o-
.
.
.
Yumna Ayunita Hadiarto, anak gadis dari keluarga Hadiarto. Anak ke 2 dari 3 bersaudara, memiliki kakak laki-laki dengan selisih umur cukup jauh yaitu selisih 7 tahun dan memiliki adik laki-laki yang masih cilik. Yumna adalah anak bungsu yang tidak jadi, karena ya 2 tahun yang lalu ternyata Mama Yumna mengandung kembali. Oleh karena itu, Yumna sering di jahili oleh keluarga nya dengan sebutan 'si bungsu tapi gak jadi' apalagi kakak Yumna, bang Adit yang sepertinya tiada hari tanpa menjahili Yumna.
Seperti yang telah diceritakan di awal, Yumna merupakan siswi tingkat akhir yang akan melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi yaitu universitas. Yumna sendiri sedikit sulit menentukan minat dan bakat yang dimiliki, tapi setelah di pikir dan meminta pendapat dari keluarganya Yumna berhasil menentukan jurusan pilihannya. Ya, Yumna memilih akuntansi, tidak ada alasan sebenarnya Yumna memilih akuntansi, karena orang tua nya pun merekomendasikan jurusan tersebut, sedangkan bang Adit lebih membebaskan Yumna untuk memilih jurusan yang Yumna ingin, karena bagaimanapun yang kuliah adalah Yumna. Harapan Yumna hanya satu, semoga pilihannya tidak salah dan menjadi boomerang.
Yumna anak yang pintar? tidak. Yumna adalah siswi biasa saja, tidak ambis tidak juga malas. Bisa dibilang Yumna itu ditengah-tengah.
Sepertinya dicukupkan saja sesi perkenalannya, kita kembali pada cerita.
Yumna mengoleskan sedikit liptint di area bibirnya. Rasanya sedikit manis, sungguh pandai orang yang membelikan liptint ini untuknya, pikir Yumna. Yumna segera merapihkan alat make up nya, begitu dengan liptint pemberian orang lain lewat Mama.
Terdengar suara bising dari pekarangan rumahnya, tak lama dari itu terdengar suara Mama yang menyambut dengan suara yang sedikit melengking.
inilah waktunya..... keluarga calon suaminya sudah sampai. Yumna sedikit mendengus dan tanpa basa-basi dia segera turun dan membuat senyuman palsu.
.
.
.
-o0o-
.
.
.
"Nah, itu Yumna" Yumna tersenyum sebagai respon.
Tanpa bersusah payah, Mama sudah memperkenalkan Yumna terhadap tamu nya itu. Yumna sedikit kepo, karena yang datang hanya ada 1 orang wanita dan 1 orang pria seumuran Mama dan Papa, serta seorang perempuan seumuran bang Adit. Jadi mana calon suamiku itu?
Eh kok jadi kepo gini sih.
"Yumna, perkenalkan ini Tante Ana dan Om Andi, ibunya Juan" ucap Papa memperkenalkan orang tua Juan.
Oh Juan... siapa ya dia?
Yumna mencoba salim ke kedua orang tersebut. Ini gak dibuat-buat kok, ini sudah menjadi kebiasaan Yumna karena memang sudah diajarkan etika sejak kecil. Yumna tersenyum ke arah Tante Ana dan Om Andi.
"Salam kenal Tante dan Om, aku Yumna" ucapnya dengan pelan, jujur Yumna malu.
"Oh ya Yum, itu sebelah Tante Ana itu kakaknya Juan" kata Mama hampir saja lupa memperkenalkan satu orang lagi.
Yang disebut Kakaknya Juan itu langsung memeluk Yumna, Yumna tidak membalas pelukannya karena Yumna sejujurnya bingung, tidak tahu harus berbuat apa. Tak lama dari itu Kakaknya Juan mengurai pelukannya, "Hai, aku Nindi" ucapnya seraya mengulurkan tangan kanannya.
Yumna membalas uluran tangan kak Nindi, seraya berkata "Salam kenal kak, aku Yumna" balas Yumna.
Tak lama dari itu Mama mengajak Yumna untuk ke dapur. "Yum, ikut Mama dulu" pinta Mama. Yumna undur diri dan mengekor Mamanya.
"Bantu Mama bawa itu Yum" tunjuk Mama pada sekumpulan toples berisi camilan.
Keduanya kembali dengan tangan penuh, Yumna meletakkan toples itu dengan hati-hati. Terdengar suara motor masuk ke pekarangan rumahnya dan berhenti. Tak lama dari itu terdengar ketukan dari arah pintu, Yumna pun menghampirinya.
Begitu terkejut ketika Yumna membuka pintu, di hadapannya terlihat seorang laki-laki yang tengah berdiri sambil menenteng bingkisan. Entahlah apa isi dari bingkisan yang dia bawa.
'Gila, ganteng banget ini orang' ucap Yumna dalam hati. Ya kali, Yumna mengucapkan itu terang-terangan, mau di simpan dimana ini muka Yumna.
"Kamu pasti Yumna, kenalin aku Juan" kata Juan seraya mengulurkan tangannya. Karena Yumna yang lama dan tak kunjung membalas uluran tangannya, Juan pun meraih tangan Yumna.
Yumna seakan tersadar, "Oh, iya aku Yumna ka" kata Yuna membeo.
DEMI APA?!