Extra Part 30: Hanya Aylin

1213 Kata

Raja berdebar. Ini kenapa dia dipanggil oleh seorang Jayakarsa Atmaja? Diminta ngobrol berdua. Pagi jam setengah enam di mana para bocah sedang pergi joging bersama Bu Rea. Tak hanya itu, Raja sampai diberi suguhan air teh hangat oleh Bu Santi—atau nenek, ya? Nek Santi. Raja agak sungkan kalau sebut ibu. "Silakan diminum, Raj," ucap Pak Jaya. Raja senyum, dia pun meraih cangkir tehnya. Diseruput. Masih deg-degan. Pak Jaya lalu bertanya, "Dengar-dengar, Raja mau menikah?" Oh, ya ampun. Raja hampir terbatuk uhuk-uhuk, untungnya dia tak sampai tersedak. Di mana otak auto mengarah pada obrolan di mobil bersama Aylin dan Lianra. Pasti Aylin, sih. Kan, dia yang menelepon papinya. So, Raja tersenyum. "Sebetulnya bukan begitu, Pak. Tapi, ya, saya mau menikah. Cuma bukan dalam waktu dekat da

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN