Vena tetap berusaha menjaga kewarasannya. Dengan cepat dia ulurkan tas berisi HP baru itu. “Ini HP-mu. Aku tidak membutuhkannya. Kamu tadi liat sendiri, ‘kan. Bosku tadi sudah memberiku HP baru. Tadi kamu juga sudah mengganti HP-ku dengan uang. Masalah HP sudah aku anggap selesai. Lalu untuk apa kamu membelikan aku HP lagi? Dengar, Adam! Bila masih ada urusan yang tersisa di antara kita itu hanya masalah hutang renovasi rumahku saja.” Tangan kanan Adam bergerak menangkap pergelangan tangan Vena lalu dengan cepat menariknya berlabuh tepat di tubuh pria itu. Vena terkejut dan hanya bisa berteriak. Namun belum sempat dia melakukan sesuatu. Adam sudah mengangkat tubuhnya ke balik pintu yang kemudian tertutup rapat. Tubuh Vena tersandar di pintu dalam kungkungan badan kekar Adam. Napasnya terd

