Vena merasa putus asa. Tidak tahu harus bagaimana lagi membujuk Adam untuk membukakan pintu penthouse-nya itu. Dia tidak setuju Vena kembali menyanyi di kafe. Apalagi sampai menerima tawaran iklan dari pak Bara. Vena memang sudah menegaskan kalau dia akan terima tawaran iklan itu. Tapi Adam tidak setuju. Dia tetap keras kepala menjadikan Vena penyanyi di program musik di TV-nya. Vena sudah jelaskan alasannya berulang kali. Kalau dia tidak mau dipandang sebelah mata. Dianggap sebagai penyanyi yang menempuh jalan kesuksesan instan dengan menjalin kedekatan dengan bos atau produser. Vena ingin mencari kesempatan itu dengan caranya sendiri. Apalagi bila ingat tatapan meremehkan para direktur di Buana Persada TV, rasanya Vena tidak ingin kembali ke tempat itu sebelum sukses. Namun, Adam tidak

