cup Riyan mengecup perut Risa, matanya sudah berkaca kaca karena dalam hatinya ia juga mulai panik apalagi setelah melihat Risa yang tak ingin di tinggal " inget, makan yang teratur dan gak boleh kecapean sama sekali" ucap Riyan " dek, Lo keluar dulu bisa?" tanya Riyan pada tari " oh, okey" sahut tari lalu melangkah keluar kamar Riyan " dengerin mas, sa...semuanya akan baik baik aja. dan yang pasti mas akan pulang tepat waktu" ucap Riyan " hiks hiks...mas jangan flight" ucap Risa mulai terisak " Larisa, jangan nangis kasian baby, sayang. dokter kan udah bilang, bundanya gak boleh sampe stres" ucap Riyan menenangkan Larisa " percaya sama mas sayang" ucap Riyan lalu beranjak berdiri, membuat Risa hendak ikut beranjak berdiri " kamu jangan berdiri udah duduk aja gak apa apa, atau mau

