“Kenapa, Neng Bora?” Aku mendengus. Entah kehebohan apa lagi yang dibawa bocah ini. “Gue nggak bisa ngambil uang, Kang,” jawabnya cepat. Nada suaranya panik. “Gimana dong? Di dompet gue tinggal selembar. Pulang sekolah gue ada pemotretan pula.” “Selembar tuh berapa?” “Dua puluh ribu.” Aku menghela napas. “Kenapa semalam nggak bilang?” “Kan baru sekarang keblokirnya, Akang!” “Apanya yang keblokir?” “M-banking. Gue lupa gue sempat ganti password. Tadi masukin yang lama, terus pas keinget malah salah terus. Jadinya… ke-lock.” “Ya tinggal reset.” “Nggak bisa, Kang…” Suaranya mulai pecah. “Disuruh ke cabang.” “Sudah telpon CS?” “Sudah.” “Terus?” “Disuruh datang. Tapi harus sama Mama atau Papa.” Aku diam sejenak, mencoba memikirkan solusi. “RM-nya Om Bondan?” “Nggak bisa juga. Kat

