Pergi Saja, Mas!

1107 Kata

Rian baru terbangun saat malam hari, ia pun keluar dan langsung menghampiri meja makan, ia mendengus kesal saat hanya mendapati tahu tempe di atas meja makan tersebut, menu seperti biasanya begitupun dengan nasi yang tak seberapa. Makanan yang tersaji disana sangat jauh berbeda dengan menu makanan di rumah Sari, menu yang selama beberapa hari ini selalu ia nikmati. "Mengapa aku harus sial seperti ini, memiliki istri yang tak berguna seperti Mentari. Andai saja tak ada Vio dan Dira sudah aku ... Ah sialan," gumamnya kesal dan langsung memutuskan untuk keluar, ia memilih untuk makan di luar daripada harus memakan sisa tahu tempe yang dimasak oleh istrinya. Saat ini uangnya sangat cukup untuk ia makan enak. “Pergi lah, Mas! Pergi! Jika perlu tak usah kembali lagi.” Mentari yang sejak tadi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN