"Capek?" Juno berhenti, menatap Hana yang sedikit berkeringat. "Kita jalan kejauhan ternyata," lanjut Juno, menyadari bahwa mereka memang benar-benar sudah berjalan terlalu jauh dari komplek rumah mereka. Jam sembilan malam jalanan masih ramai. Tapi bagi keduanya, berada di luar di jam seperti ini jelas sedikit canggung. Biasanya mereka hanya akan bertemu di depan rumah saat hari sudah larut begini. Dan sekarang jarak tempat mereka ke rumah lumayan jauh. Juno berjongkok membelakangi Hana. "Naik!" ujarnya. "Eh? Aku masih bisa jalan, kok." Hana mundur, menolak. Yang benar saja, ini masih jauh dan Juno ingin menggendongnya? "Gak apa-apa. Naik. Aku turunin di depan komplek nanti." Juno menoleh, tersenyum hangat. Meski ragu, akhirnya Hana maju, mengalungkan tangan di leher Juno dan pemuda

