Sore hari menjelang malam, gadis itu duduk di sana, di depan gerbang sebuah rumah yang selalu ia kun i selepas pulang sekolah. Hanya duduk, sambil menggambar apa pun yang melintas di otaknya. Entah sebuah bunga layu di hadapannya, seekor anjing yang berjalan bersama majikan, dan keseringan... menggambar seorang pemuda yang tersenyum manis padanya di ujung jalan: Juno. Ia akan di sana sampai mentari benar-benar tenggelam. Kemudian memutuskan pulang, berjalan kaki meski seseorang—entah kakak atau papanya berpapasan dan menawarkan untuk pulang bersama. Alasannya, sudah dekat. Pada kenyataannya, ia hanya ingin sendiri saja. "Ini meja makan bukan meja belajar. Udahan, simpen bukunya," protesan Yovie terdengar di malam harinya begitu Hana turun untuk makan malam. Sudah biasa. Protesan itu me

