"Lo udah tahu?" Hana berdiri di depan Esa dengan wajah basah. Pancaran kesedihan, marah, kecewa, dan rapuh menjadi satu. Tidak ada yang bisa menjelaskan bagaimana perasaan Hana saat ini. Menjadi sosok paling bersalah di dunia, yang tidak memiliki kesempatan untuk memperbaiki kesalahan itu. "Maksudnya?" Esa menatap bingung. "Lo udah tahu, kan, kalau dalang dari semua masalah yang menimpa gue itu gara-gara Rena?" Hana berbicara lirih. Tenaganya sudah terserap habis untuk sesuatu yang ia sendiri tak mengerti apa. "Na, gue bisa jelasin—" "Gue paham. Paham banget kalau Rena sepupu lo. Tapi gak gini, Sa. Saat dia salah harusnya lo ingetin dia, bukan biarin dia semakin jauh. Lo sama aja biarin dia mendorong sebuah mobil dengan beberapa penumpang masuk ke dalam jurang. Dan lo jadi pengamat sam

