"Sebagian orang menangis saat terluka, membiarkan air mata membasuh sedikit dukanya. Sedang sebagian lainnya memilih diam, berpura baik-baik saja, sampai akhirnya ia sadar, di dalam sana mulai rapuh, dan hancur perlahan." *** Yang Juno tahu selama ini, ayahnya sibuk bekerja. Disibukkan dengan urusan luar kota selama setahun terakhir. Namun nyatanya, semua itu hanyalah sandiwara untuk menutupi penyakitnya. Sandiwara untuk membohongi Juno. Ayahnya sakit. Sudah selama itu, tetapi Juno baru mengetahuinya beberapa saat lalu. Bagaimana Juno bisa terima? "Apa Papa bisa sembuh?" tanya Juno kepada Mahesa, dokter muda yang menangani kasus ayahnya. "Saya tidak bisa menjawab. Karena urusan sembuh atau tidaknya adalah kehendak Yang Di Atas. Tapi sejauh ini kita sudah berusaha semaksimal mungkin."

