Episode 43

1219 Kata

"Hanaaaa!" Hana berjengit, lantas memukul tangan Esa yang memanggilnya tepat di depan telinga. Dikiranya Hana b***k apa gimana, ya? Mana Hana sedang fokus-fokusnya baca bahan UTS nanti. Untung tidak terkena serangan jantung. "Lo kalau mau mati nyari cara yang lebih etis lah!" desis Hana, menatap Esa nyalang. Esa cengengesan. "Siapa yang mau cari mati, sih? Cogan mah umurnya harus panjang, biar dunia selalu berwarna," balas Esa narsis. "Terserah lo!" Hana melengos, kemudian merebahkan kepala di meja sambil menutup wajahnya dengan buku. Berharap apa yang ia hafal sedari tadi bisa masuk, sialnya tidak. Pikirannya bercabang ke sana ke mari. "Ayo makan. Lo mau belajar segimana giat juga kalau perut kosong mana bisa pinter," kata Esa, duduk di meja yang ditiduri Hana. "Gak. Gak laper. Lo a

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN