Hana duduk bosan sambil sesekali menenggak minumannya. Selama sepuluh menit ini yang ia lakukan hanya diam, menjawab ketika ditanya, dan tersenyum jika diperlukan. Bukannya apa, hanya saja berada di tengah-tengah Juno dan Rena yang terlihat akrab membuatnya merasa seperti orang asing. Tidak nyaman. "Kak, apa kita gak lanjut lari lagi?" tanya Hana pada akhirnya. "Aku boleh gabung?" Rena angkat bicara. Hana diam. "Bukannya kamu—" "Jalan kaki aja, gak usah lari. Udaranya seger gini, kok. Enak." Hana dan Juno saling melempar pandang. Hingga setelah Hana mengangguk kecil sebagai isyarat, Juno akhirnya menyetujui Rena ikut dengan mereka. Di sepanjang jalan, kembali Hana membisu. Rena sangat cerewet. Ia menceritakan banyak hal pada Juno. Sepertinya gadis itu sangat nyaman bercerita, sampai-

