Hana merebahkan kepalanya di meja, memutar-mutar pensil, tidak ada kerjaan. Juno sudah pergi selama lima belas menit, dan ia belum kembali. Ah, padahal Hana benar-benar tidak apa-apa. Wajahnya hangat karena jarak Juno dengannya begitu dekat tadi, menimbulkan detak jantungnya yang abnormal. Hingga membuat aliran darahnya mengalir cepat dan wajahnya memanas merah. "Aihs. Hana, sadar!" Hana bangun, menampar kecil wajahnya sendiri. Tadi, Hana tengah berpikir perihal perasaan apa yang Juno rasakan padanya. Tapi lamunannya terganggu karena Juno tiba-tiba menegur. Benar-benar! Dia membuat jantungnya mencelos. "Kamu udah makan, kan, tadi? Minum obatnya!" Baru datang Juno sudah cerewet, menyerahkan beberapa butir obat. Jelas Hana menggeleng karena ia merasa ia tidak apa-apa. "Kamu demam," ucap

