Bab 42

1076 Kata

Suara tawa dari ruangan pribadi Devan membuat Azahra menyerngitkan keningnya, pikirannya mungkin Devan dan Naomi sedang bercanda. Tawa yang seharusnya membahagiakan untuk Azahra justru terdengar seperti tengah mengejek dirinya. Wanita itu meremas tangannya, entah mengapa perasaan Azahra begitu tidak nyaman sama sekali. Tepukan di pundaknya membuat wanita itu menoleh. Di sana berdiri Rere dengan senyuman merekah di wajahnya. “Mbak Azahra, mau ketemu Mas Devan ya?” tanya Rere, salah satu karyawan studio foto milik Devan sebagai seorang kasir di sana. Azahra mengelus dadanya, tepukan pelan itu sangat mengagetkan bagi Azahra. Mungkin karena Azahra terlalu fokus akan suara tawa di atas sana. “Kamu juga ada kerjaan?” tanya Azahra balik. Rere mengangguk mengiyakan. “Penutupan buku, Mbak. Tan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN