Bab 43

1058 Kata

Pertanyaan yang keluar dari mulut Azahra membuat Devan dan Naomi melebarkan matanya terkejut. Mata mereka membulat sempurna, tidak percaya dengan ucapan yang dilontarkan Azahra untuk saat ini. Wanita itu marah, matanya berkilat penuh kebencian dengan digenangi air mata di pelupuk matanya. Devan berjalan mendekati Azahra, meraih pundak wanita itu. Mata mereka bertemu, keduanya saling beradu seakan ingin mencari jawaban lewat tatapan mata mereka. “Kalian, hubungan seperti apa yang selama ini kalian jalin di belakangku?” tanya Azahra dengan air mata yang meluruh di pipinya. Devan berusaha menghapus air mata Azahra, tapi ditepis secara kasar oleh Azahra. Wanita itu tidak sudi untuk disentuh oleh lelaki yang telah melukai perasaan dan kepercayaannya selama ini. “Kenapa kalian justru diam sa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN