Bab 44

1001 Kata

Azahra melangkahkan keluar dari ruangan pribadi Devan dengan bersimbah air mata. Teriakan-teriakan dari Devan di belakang sana memanggil namanya tidak lagi dihiraukan oleh Azahra. Wanita itu justru semakin berlari cepat meninggalkan Devan bersama dengan Naomi di sana. Biarlah, sekalipun ini terasa pahit Azahra tetap harus mengambil keputusan untuk hubungannya bersama Devan. Azahra telah memilih, mengakhiri kisah cintanya bersama Devan tanpa peduli jangka waktu yang telah mereka lalui bersama. Untuk apa bersama selama bertahun-tahun lamanya jika akhirnya pengkhianatan yang dirinya terima? Untuk apa Azahra bertahan pada lelaki yang bahkan tidak bisa menjaga kesucian serta kepercayaan yang telah dirinya berikan kepada Devan. Sudah cukup rasanya, tidak perlu melanjutkan hubungan penuh keret

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN