Tangan Devan membelai rambut Azahra, menghirup aroma shampo yang sering wanita itu kenakan. Jemarinya bergerilya menelusuri setiap lekuk wajah canti Azahra dengan lembut, membuat pemiliknya sampai menahan napas untuk beberapa saat. Devan menatap Azahra begitu dalam, tatapan mata mereka begitu b*******h, seakan ingin memangsa satu sama lainnya. Devan kembali mengecup bibir tipis Azahra, kemudian melumatnya lagi, mencecap sari rasa yang timbul akibat sensasi hebat yang saat ini mereka rasakan. Gelora, dan gairah cinta Devan dan Azahra berkumpul menjadi satu untuk saat ini. Perasaan yang sejak lama dia tahan agar tidak muncul ke permukaan. Desahan lolos dari mulut Azahra ketika bibir Devan mulai turun ke leher jenjangnya. Sepertinya untuk malam ini, mereka akan melewati batas-batas kewajara

