Kepergian Azahra ke Bandung selama tiga bulan menjadi hukuman mati bagi Devan. Lelaki itu mati-matian menahan rindunya akan sosok wanita yang selalu menemaninya setiap saat. Berkali-kali hembusan napas kasar keluar dari mulut Devan. Ditatapnya ponsel yang sejak tadi dia pegang, namun tetap saja tidak ada balasan apapun dari wanitanya. Padahal saat ini sudah menunjukkan pukul dua belas siang, bukankah kini saatnya semua karyawan harus makan siang? Ataukah Azahra dijadikan b***k komputer oleh Corlyn Company sampai-sampai wanita itu lupa waktu makan siang? “Aish, awas saja kalau sampai benar mereka memberikan kerjaan bejibun sama Azahra. Aku akan laporkan mereka ke serikat pekerja,” ucap Devan mencebikkan bibirnya kesal. Entah apa yang saat ini tengah Azahra kerjakan sampai wanita itu tida
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


