Sovia merasa heran dengan sikap suaminya. Sepulang dari RS, ia terlihat senyum-senyum sendiri. Sepertinya ada sesuatu hal yang membuatnya senang. ‘Apakah Alvin senang karena aku nggak jadi hamil, atau ada sebab lain? Kenapa aku lihat dari tadi ia senyum-senyum sendiri?’ batin Sovia. Ia benar-benar penasaran kenapa Alvin bersikap seperti itu sepanjang perjalanan tadi. Namun ia sengaja tidak bertanya apa-apa pada suaminya itu, ia takut kalau pertanyaannya itu akan membuat mereka bertengkar. Untuk saat ini ia masih kecewa dan sangat sedih mendengar penjelasan dari Dokter Fandi tadi, jadi ia tidak mau menambah beban hidupnya dengan memikirkan masalah yang lain. “Sayang, kamu jangan bersedih lagi ya, kita masih punya banyak kesempatan untuk punya anak. Tapi memang waktunya nggak sekarang.” U

