Alvin tersentak kaget dengan apa yang diucapkan oleh Sovia. “Maksudmu? k-kamu hamil?” tanya Alvin dengan terbata-bata. “Iya, Sayang. Aku positif.” Teriak Sovia kegirangan, sembari menunjukkan testpack bergaris dua yang ada di tangannya. Jujur sebenarnya ia masih tidak percaya dengan apa yang telah dikatakan oleh istrinya itu. Tidak seperti kebanyakan orang, yang mengetahui jika akan menjadi seorang ayah baru, biasanya akan merasa senang atau memeluk istrinya dan berkata terimakasih. Namun berbeda dengan Alvin. Ia benar-benar tidak menginginkan istrinya itu hamil. Jika sampai Sovia hamil, maka semua rencananya pasti akan berantakan. Ia tidak akan bisa menceraikan Sovia dan menikahi Alena. Di dalam lubuk hatinya yang paling dalam ia berdoa, semoga Sovia salah. Jahat memang kedengarannya

