Kekejaman Laura

1252 Kata

Kayla duduk santai di karpet bersama anak-anaknya. Ia menggambar sketsa dengan cekatan, lalu mengajarkan Evan dan Zayden untuk mewarnai dengan rapi. ​"Gambar kamu bagus," puji Arhan sambil tersenyum, duduk di seberang mereka. ​"Makasih," ucap Kayla, masih dingin, fokus pada gambarnya. Ia terus mewarnai, berusaha mengurangi rasa jenuhnya. Arhan duduk menatap anak-anaknya, menikmati pemandangan keluarga yang baru terbentuk itu. ​Tiba-tiba, Kayla merasa mual hebat karena mencium bau sabun cuci piring yang menyengat dari dapur. Ia buru-buru pergi ke toilet, muntah-muntah. ​Arhan bergegas menyusul. "Kamu kenapa?" tanya Arhan sambil mengusap punggung Kayla. ​"Bau sabun cuci piring," keluh Kayla, tak tahan. ​"Oh," Arhan mengerti, melirik Lastri yang sedang mencuci piring di dapur. "Di kamar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN