Kayla duduk santai di karpet bersama anak-anaknya. Ia menggambar sketsa dengan cekatan, lalu mengajarkan Evan dan Zayden untuk mewarnai dengan rapi. "Gambar kamu bagus," puji Arhan sambil tersenyum, duduk di seberang mereka. "Makasih," ucap Kayla, masih dingin, fokus pada gambarnya. Ia terus mewarnai, berusaha mengurangi rasa jenuhnya. Arhan duduk menatap anak-anaknya, menikmati pemandangan keluarga yang baru terbentuk itu. Tiba-tiba, Kayla merasa mual hebat karena mencium bau sabun cuci piring yang menyengat dari dapur. Ia buru-buru pergi ke toilet, muntah-muntah. Arhan bergegas menyusul. "Kamu kenapa?" tanya Arhan sambil mengusap punggung Kayla. "Bau sabun cuci piring," keluh Kayla, tak tahan. "Oh," Arhan mengerti, melirik Lastri yang sedang mencuci piring di dapur. "Di kamar

