Hari Sial Arka dan Robi

777 Kata

Arhan sampai di depan rumah Kayla. Rumah sederhana itu tampak sepi, hanya suara burung sore yang terdengar dari pohon mangga di halaman. Ia berdiri lama di depan pagar, menatap dalam diam—rumah gadis yang kini menghantuinya setiap malam. “Pak, dia cuma gadis biasa. Yakin mau nikahi dia?” tanya Vincent hati-hati, melihat wajah majikannya yang penuh beban. Arhan memejamkan mata sebentar, rahangnya mengeras. “Saya mau tanggung jawab. Tapi lihatlah, gara-gara istri sialan itu, hidup saya jadi berantakan begini,” ucapnya sambil menatap rumah Kayla tajam, seolah tembok itu bisa menjawab. Frans menarik napas. “Kita kemana sekarang, Pak?” “Pulang saja. Aku butuh mandi,” ucap Arhan datar. Mobil hitam itu pun berbalik arah, melaju kembali ke rumah besar keluarga Arhan. Begitu sampai, dua bocah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN