Dalam perjalanan, Kayla terus meringis kesakitan. Tangannya terus menekan perutnya. "Bertahan, ya, sebentar lagi," ucap Arhan dengan lembut, nada suaranya berusaha menenangkan. "Sakiiit!" rengek Kayla, pipinya basah oleh air mata. Arhan mencoba meraih tangan Kayla, menggenggamnya, untuk menenangkannya. Setelah beberapa menit, mereka pun sampai di rumah sakit. Kayla langsung ditangani malam itu. Arhan mondar-mandir di luar ruangan, ia berharap bayi Kayla tidak apa-apa. Setelah beberapa menit menunggu, dokter pun keluar. "Gimana keadaan istri saya, Dok?" tanya Arhan. "Nggak apa-apa. Dia sedikit stres dan capek. Dia harus bed rest, ya. Jangan banyak pikiran dan harus diam di kasur, jangan banyak gerak," pesan Dokter. "Saya akan usahakan," jawab Arhan. "Kalau telat tadi, bisa-bis

