Suasana di ruang pemotretan siang itu terasa begitu sibuk. Kru hilir mudik memastikan pencahayaan dan properti berada di posisi yang tepat. Kayla duduk di salah satu kursi tinggi, berusaha bersikap tenang meski ia menyadari sepasang mata milik fotografer tampan di depannya terus memperhatikannya sembari melempar senyum penuh arti. Kayla merasa risih. Ia memilih untuk fokus pada camilan di tangannya, sesekali melirik Clara yang sedang sibuk dipoles oleh penata rias. Namun, fotografer itu justru melangkah mendekat. Ketampanannya yang di atas rata-rata sempat membuat Kayla gugup tak karuan saat pria itu berdiri tepat di hadapannya. "Kayla, kan?" tanya pria itu dengan senyum manis yang menghiasi wajahnya. Kayla mengernyitkan dahi, menatapnya heran. "Siapa ya? Kok tahu namaku?" Pria itu ter

