bc

Girls of Dragon

book_age16+
1
IKUTI
1K
BACA
revenge
others
dark
family
drama
comedy
twisted
sweet
mystery
scary
like
intro-logo
Uraian

"Penampilan dan apa yang gue lakuin, itu urusan gue! Lo nggak usah sok menghakimi!"

Ini cerita absurd. Untuk lebih jelasnya bisa langsung dibaca :)

chap-preview
Pratinjau gratis
Prolog
Mobil BMW berwarna hitam mengkilat terparkir sempurna di parkiran Queen High School. Seorang gadis turun dari salah satu mobil tersebut. Menggunakan seragam yang ketat serta rok yang sangat pendek, membuat gadis itu menjadi pusat perhatian. Gadis itu berjalan di tengah lapangan dengan senyum manis yang menghiasai wajah cantiknya serta hembusan angin yang meniup pelan rambut berwarna hitam keunguan yang terurai rapi. "Wah sexy." "Primadona sekolah." "Cantiknya nggak ada obat." "Orkay lewat." "Dia mau sekolah apa mau ngelonte?" Zalea. Salah satu murid kaya yang terkenal dengan bodygoals-nya. Selain punya body yang aduhai, Lea, sapaan akrabnya, terkenal dengan hobinya yang suka gonta-ganti cowok. Jangan salah kenapa Lea kayak gitu, you know, karena Lea cantik. Lea tidak peduli dengan beberapa orang yang menggunjing dirinya, ia tetap berjalan bak miss universe yang tengah jadi pusat perhatian. Lea masuk ke dalam kelas dan menyuruh salah satu teman kelasnya untuk membuang seluruh hadiah dan bunga yang berada di mejanya. "Cih, dikira gue nggak mampu kali beli hadiah kayak gini doang," ucapnya sombong. "Sok kaya lo!" ucap salah satu murid yang melihat Lea dengan sinis. Clara. Ara panggilannya. Selain Lea, Ara juga murid kaya raya di Queen High School, cuma bedanya Ara nggak mau pamer dan lebih cuek orangnya. Tapi jangan salah, kalau ada bullying di sekolah, Ara selalu jadi pahlawannya. "Dikasih hadiah, dibuang, dikatain sok kaya, kalian kayak gitu terus aja sampai lulus!" ucap seorang gadis yang sedang membersihkan papan tulis. Aruna. Runa sapaan akrabnya. Teman sekelas Ara dan Lea sejak masuk di Queen High School. Mau tanya apa Runa anak kaya raya juga? jawabannya iya. Selain kaya, Runa juga cantik dan pintar, nggak salah kalau Aldi jatuh cinta dengan Runa. Aldi. Cowok ganteng yang nggak banyak bertingkah, sifatnya cuek banget kalau sama cewek lain, tapi kalau sama Aruna beda lagi. Bucin akut. "Aruna harus terus dipantau tuh, takut kebawa aliran sesat dari Lea," ucap seorang pria berlesung pipi bernama Rasya. Rasya. Salah satu dari tiga cowok yang dikagumi di Queen High School. Jangan tanya karena apa? Jawabannya karena Rasya mempunyai pesona yang sangat kuat. "Pantau terus," sahut salah satu dari tiga cowok yang tengah berkumpul di depan pintu kelas. Irsya. Cowok yang nggak suka banyak bicara, lebih suka bertindak. Selain Aldi, dan Rasya, Irsya juga banyak dikagumi siswi di Queen High School karena parasnya yang tampan dan memiliki kepintaran yang tidak diragukan lagi. "Heran gue sama Runa, dia betah banget sahabatan sama Lea dan Ara, padahal kalian tau sendiri tuh anak berdua kayak gimana?" ucap Aldi. "Lo tanya aja sama Runa, lebih pilih lo atau sahabatnya?" ucap Rasya mengusulkan ide laknatnya. Aldi menoleh, melihat Rasya tajam. "Lo gila? Bisa diputusin gue nanti kalau nanya kayak gitu ke Runa." "Yeh bucin!" ucap Rasya. "Aldi," panggil Aruna menghampiri Aldi yang bersandar di tembok depan kelas. Aldi tersenyum menatap kekasihnya. "Kenapa?" tanyanya kemudian menggandeng tangan Aruna. "Kantin yuk," ajak Aruna. "Siap sayang." "Runa, lo betah tiga tahun sahabatan sama Lea dan Ara?" tanya Rasya membuka pembicaraan. "Maksud lo apa nanya kayak gitu?" tanya seseorang yang tiba-tiba muncul dari balik pintu. "Astagfirullah kaget! Bangun-bangun makan nasi pake ayam," ucap Rasya seraya mengelus d**a bidangnya. Lea berjalan mendekat ke arah Rasya. "Maksud lo apa nanya kayak gitu?" tanyanya lagi. Rasya tersenyum miring. "Aruna tuh cewek kalem, kalau kebanyakan bergaul sama lo, bisa rusak!" ucap Rasya penuh penekanan. "Seragam ketat, rok super pendek, hoby clubbing. Masih mau dibilang anak baik-baik?" tambah Rasya. Lea semakin mendekat dengan Rasya, membuat jarak sangat sedikit diantara mereka. "Penampilan dan apa yang gue lakuin, itu urusan gue! Lo nggak usah sok menghakimi!" ***** Lea, Ara, dan Runa tengah berada di kantin. Obrolan mereka terhenti saat kedatangan tiga orang gadis yang menggebrak meja mereka. Brak! Semua mata mengarah kepada enam gadis yang sepertinya akan membuat keributan besar hari ini. "Minggir! Gue mau duduk disini!" ucap seorang gadis dengan nada sedikit tinggi. Cindy. Salah satu murid yang selalu bermasalah dengan Lea, Ara, dan Runa. Gadis satu ini memiliki sifat tidak mau kalah dalam hal apapun, dan ingin selalu menjadi pemenang. Lea hanya melihat Cindy dengan santai sembari menyedot boba yang berada dihadapannya. "Lo buta? Meja kosong banyak, ngapain disini?" decak Runa. "Lo diam ya! Gue nggak mau berurusan sama lo! Gue nggak mau Aldi semakin menilai gue buruk!" sahut gadis yang menunjuk-nunjuk Runa. Rania. Gadis ini selalu berusaha untuk terlihat baik di depan Aldi, bahkan dengan cara apapun ia mendekati Aldi, walaupun ia tau kalau Aldi lebih memilih Aruna. "Udah ngomongnya?" tanya Ara dingin. "Nggak usah banyak bacot lo semua! Cepat minggir!" ucap gadis yang melihat Lea dengan tajam. Raquel. Gadis yang menjadi ketua genk the queen. Sifatnya tidak jauh berbeda dari Cindy dan Rania. "Udah gue bilang, Runa tuh jangan bergaul sama Lea, nggak bener tuh anak," ucap Rasya pada Aldi. "Lea doang? Emang Ara bener?" tanya Irsya dingin. Lea bangkit, sorot matanya melihat Raquel dengan tajam. "Bosen gue lihat muka lo! Enek!" "Nggak usah banyak bacot!" sahut Raquel. Ara dan Runa ikut bangkit. Semua mata semakin menjadikan mereka pusat perhatian. Bagaimana tidak? dua Genk hits di Queen High School sepertinya akan membuat keributan. "Cepat minggir!" "Nggak!" "Setan lo ya!" ucap Raquel. "Ngaca!" sahut Lea tak mau kalah. Ara sudah tidak sabar melihat Raquel yang semakin membuat emosi. Ia menarik kerah seragam gadis itu. "Jangan jadi manusia setengah setan deh lo!" Raquel melepaskan tangan Ara dari seragamnya. "Jangan bikin emosi lo ya!" Lea mendesis pelan. "Cih, lo yang mulai duluan ya, njing!" "Keluar lo semua!" ucap Irsya keras. Seketika semua mata tertuju pada Irsya. Tidak terkecuali keenam gadis itu. "Lo semua keluar! Merusak selera makan aja!" tambah Irsya seraya melihat keenam gadis itu lekat. "Urusan kita belum selesai ya!" ucap Yasmin penuh penekanan. "Ayo kita selesaiin di luar sekarang," tantang Lea. "Nggak ada waktu gue!" sahut Yasmin. Runa tertawa kecil, sembari menyenggol bahu Ara. "Nggak ada waktu apa takut nih? Ups," celetuk Runa. "Bacot doang gede, tapi mental tempe!" ucap Lea. ***** Lea, Ara dan Runa berjalan di koridor menuju parkiran. Runa menghentikan langkahnya seraya menatap lurus ke depan. "Hujan, guys." "Terus kalau hujan kenapa? Lo berubah jadi ikan lele?" tanya Lea. "Kita gimana ke parkirannya kalau hujan?" tanya Runa heboh. "Yaelah! Tingal lari bentar doang ke parkiran," jawab Ara santai. "Sama mama gue, gue nggak boleh sakit," ucap Runa tak berdosa. Ara dan Lea melihat Runa lekat. Timbul kerutan kecil di kening Ara. "Menurut lo, sama mama gue, gue boleh sakit?" tanya Ara sedikit emosi. "Lo kebanyakan pacaran sih! Otak lo jadi nggak berfungsi semestinya!" "Astaga dragon!"

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
15.7K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
190.1K
bc

TERNODA

read
199.5K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
234.4K
bc

DIHAMILI PAKSA Duda Mafia Anak 1

read
41.5K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
31.7K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
72.8K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook