Yoyo dan Sandra saling tatap dengan raut wajah yang sama, terkejut saat kukatakan perihal kancing baju yang baru kutunjukkan ke arah mereka. Terutama Sandra. Ia sampai tersandar lemas ke bahu kursi setelah mengamati benda kecil bulat dengan dua lubang kecil di tengahnya itu. Pasti ia tahu betul itu punya siapa. Yoyo mengambilnya dengan mimik serius lalu …. "Hahahaha, kamu kenapa Yan. Kancing ini? Kancing apaan? Ini punyaku?" Respon Yoyo membuatku mengerutkan dahi. Begitupun dengan Sandra yang kembali menegakkan duduknya menatap selingkuhannya itu dengan heran. Kancing baju yang sudah kumasukan dalam plastik kecil dihempaskannya kasar ke atas meja di hadapanku. "Kenapa, Yo? Kamu nggak merasa ini punyamu?" Aku bertanya datar tidak ingin terpancing emosi lalu mengangkat kancing tersebut

