"Ryan, please. Kita perbaiki semuanya." Tanganku ditarik Sandra, tepat di depan pintu yang sudah kubuka. Syukurnya tidak banyak orang di luar ruangan yang sengaja kupesan private ini. Biasanya malam, baru ramai pengunjung. "San, Ryan. Masuklah dulu. Kita bicarakan lagi," bujuk Yoyo sembari mengamati sekitar. "Please Yan. Aku akan lakukan apapun, asal kamu nggak ceraikan aku, kumohon …." Tampak sekali Sandra memelas memohon sangat padaku seperti orang yang sudah putus asa. "San!" tegur Yoyo dengan mata membulat. Perkataan Sandra memang meresahkan kalau sampai didengar orang lain. Ia sering tidak bisa mengontrol mulutnya dan tidak melihat kondisi sekitar saat berbicara. Aku memang berencana menggugat cerai Sandra, tapi secara diam-diam, jangan sampai diketahui orang banyak apalagi wart

