Akhirnya pertahananku jebol juga. Tak tahan melihat Aisyah yang begitu mempesona, aku menagih malam enak yang asal kusebut sebelumnya. Kubilang saja rasa masakannya kurang, rasanya tidak seenak yang kemarin. Jadi punya alasan nyeleneh meminta hakku yang 'itu' sebagai seorang suami. Dengan kata lain aku malu meminta secara langsung padanya, dan ini malam kesekian kali aku menjamahnya. Tidak sering, paling baru hitungan tiga atau ke empat kalinya. Rasanya sungkan dan bingung bagaimana cara memintanya. Kalau sama Sandra, cukup mengedipkan mata, ia sudah paham kode meminta dariku. Kalau dengan Aisyah, sedikit sulit karena didera rasa malu, dan kurang pekanya. Apalagi dulu pernah sesumbar bakal tak menyentuhnya dan bilang kalau dia bukanlah tipeku. Ah, suami apaan aku ini suka sekali mengerja

