Bukan Kejutan

2084 Kata

Aku menyiapkan diri dengan merapikan penampilan agar terlihat menawan sebelum turun dari mobil. Dirasa cukup puas, aku keluar dengan sebuket bunga mawar yang memang sebelumnya sudah kubeli untuk diberikan pada Casandra. Dia paling suka mawar merah. "Sore, Mas," sapaku ramah pada resepsionis yang jaga di lobi. Cukup kenal karena sering disapanya lebih dulu kala kami mampir ke apartemen ini. Lagipula siapa yang tidak kenal dengan kami–aku dan Casandra yang merupakan publik figur. Astaga, kenapa kusapa? Terlalu bahagia hingga melupakan niat awal datang ke sini. Harusnya dilewati saja agar tak terlihat. Aku ingin tahu pesta kejutan seperti apa yang sedang dipersiapkan untukku. Namun anehnya Jeri–sang resepsionis apartemen ini seperti terkejut dengan kedatanganku. Seperti tak percaya aku da

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN