Memberi Kejutan Lebih Dulu

2166 Kata

"Bang, bangun Bang. Kita subuh jamaah yuk." Terdengar sayup suara lembut Aisyah memanggilku. Kutajamkan pendengaran seraya mengerjapkan mata. Berat, rasa kantuk masih menguasai. Malam tadi baru tidur sekitar jam dua pagi. "Hm," jawabku berdeham sembari mengucek kedua mata. Tak ketinggalan mulut terbuka lebar karena menguap yang tak terbendung. Rasanya masih mengantuk, tetapi aktivitas hari ini yang sangat padat tidak memungkinkan untukku tetap berada di atas tempat tidur. Kupikir sudah jam enam pagi saat netra sengaja menatap lekat jam digital yang berada di atas nakas, ingin mengetahui jam berapa sekarang. "Masih jam lima atau aku yang salah lihat?" tanyaku dengan memicingkan mata mengamati dengan jeli. "Iya Bang, sekarang jam lima kurang lima menit. Kita subuh bareng Bang. Seseka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN