"Apa kamu bilang, Yan? Terserah?" Sandra mengulang kembali ucapanku atas pertanyaannya. Kuanggukkan kepala tanda iya dengan wajah sedatar mungkin. "Hari ini kamu aneh. Sikapmu saat datang ke sini juga aneh. Jangan-jangan benar kata Yoyo kamu lagi kesambet." Sandra menyandarkan punggungnya ke dinding sambil melipat tangan ke d**a. "Siapa yang aneh. Aku baik-baik saja. Dimana salahnya?" "Ya ini. Tiba-tiba saja maksa Yoyo kemari. Padahal kan bisa besok kalau cuma mau lihat berkas MoU-nya. Ngebet banget pengen lihat. Ada apa sih? Biasanya kamu nggak gini loh." Masih, Sandra mencercaku. Mungkin rasa tak percaya aku tiba-tiba berubah tak menurut padanya. 'Padahal tanpa kamu sadari perubahanku ini karenamu.' "Dari kemarin, aku terus dihubungi pihak produk minuman. Mereka ingin kepastian

