Kembali ke Apartemen

1518 Kata

Di bawah, di lobi apartemen aku bertemu kembali dengan resepsionis bernama Jeri. Lelaki yang duduk di belakang meja resepsionis itu seperti tak berani membalas tatapanku yang baru keluar dari pintu akses lift pribadi. Ia pun tak menyapa meski sekedar melempar senyum. Saat mata kami saling terpaut, ia lebih memilih memalingkan wajah atau memilih menunduk. Aku mendekatinya. Kebetulan tidak ada orang lain selain kami. "Sebelum aku datang, siapa yang bertamu ke apartemen istriku?" tanyaku to the point berbisik di dekatnya. Wajahku sudah tak bersahabat seperti di awal datang. Aku yakin dia tahu sesuatu. "S–saya tidak tahu, Mas," jawabnya terbata. Masih tak berani menatapku. "Benarkah? Bukankah sebelumnya kamu sempat ingin mengatakan sesuatu tapi kusela karena kupikir bukan sesuatu yang pe

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN