Ryan Hanya Milikku

1692 Kata

Pov Sandra "Ryan!" Aku teriak histeris saat pintu ditutup Yoyo setelah kepergian Ryan dari ruangan ini. "Cukup San, jangan lebay begini. Kalau kedengaran orang, tambah masalah. Yang ada saja belum selesai, masa mau dibikin rumit lagi. Lagian untuk apa kamu menangisinya? Semua sudah terjadi dan Ryan sudah tahu tentang hubungan kita," ujar Yoyo yang sekarang sedang merangkulku, mengunci pergerakanku agar tidak pergi mengejar Ryan. "Ini semua gara-gara kamu, Yo! Coba kamu tidak datang ke apartemenku, pasti Ryan tidak akan tahu." Kupukul Bidang d**a Yoyo berulang kali menyalurkan kekesalan dan kemarahanku padanya. Aku menangis sesegukan membayangkan Ryan menjauh dan meninggalkanku. Meskipun aku sudah menduakannya, tidak berarti aku akan melepaskannya begitu saja. Masih ada cinta untuknya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN