"Ryan, kamu setuju kan dengan rencana ini? Hanya ini satu-satunya jalan buat meredam masalah kalian." Lulu bertanya kembali setelah menjelaskan panjang lebar tentang apa saja yang harus kulakukan bersama Sandra di acara jumpa pers nanti. Kami berada di ruang tunggu, mendiskusikan lagi atau lebih tepatnya di-breafing kembali agar aku dan Sandra dalam satu penyampaian. Aku menghela napas seraya melirik ke arah Sandra yang duduk di sebelah kanan. Wanita yang masih sah menjadi istriku itu hanya menatapku sekilas, lalu menunduk. Penampilannya sudah lebih baik dari sebelumnya karena berdandan lebih rapi dan mengenakan make up. "Baik. Hanya untuk meredam 'kan? Jika permasalahan intern kami nanti bakal terekspos lagi ke luar, kurasa tidak perlu lagi diredam karena memang seperti itulah adanya.

